Assalamu'alaikum, postingan ini saya buat sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada Madame, Ibu Dra. Hj. Melia Rahayu, M.Pd, dalam tugas Gurindam. Pasal 1-pasal 12. Maaf bila masih banyak kekurangannya, jow, selamat membaca...
Pasal 1
1. Jika kau banyak bertanya,
tanda tak ada daya upaya
2. Hidup ini adalah filsafat,
agar kelak Tuhan memberikan ma'rifat
3. Orang dahulu memakai ilmu,
orang sekarang memakai muslihat tipu
4. Jagalah hati sendiri,
janganlah kau nodai
Pasal 2
1. Kalian dipilih bukan dilotre,
janganlah berlagak seperti orang kere
2. Ini surat buat wakil rakyat,
bukan untuk para pengerat
3. Galang rambu anarki bangsaku,
agar kau tidak mudah tertipu
4. Kami adalah Proletariat,
menolak tersungkur di hadapan aparat
Pasal 3
1. Di puncak Gunung Samsara,
di dasar laut angkara
2. Kasih mengalir dalam nadi,
tapi khianat panas bagaikan api
3. Ini adalah Cinta,
yang penuh dengan Dusta
4. Ketika kasih rancu,
disitulah nafsu memicu
Pasal 4
1. Hinalah orang mudah terhasut,
laknatlah orang kerja menghasut
2. Teman adalah cermin diri,
kasih adalah cermin hati
3. Lihatlah kerja si pahit lidah,
yang tak mau mengalah walau bersalah
4. Bentangan kalam serupa bara,
satuan rima penolak bala
Pasal 5
1. Kaum Proletariat,
menolak mati berkarat
2. Jagalah hati,
lentera hidup ini
3. Bila hati kian bersih,
pikiran pun akan jernih
4. Semangat hidup nan gigih,
prestasi mudah diraih
Pasal 6
1. Kau bukan hewan pengerat,
tapi malah kau berbuat khianat
2. Jangan sinis melihat orang berdasi,
nanti kau salah persepsi
3. Pancung untuk pengkhianat,
gantung untuk para pengerat
4. Bantai tikus korporat,
agar negara ini selamat
Pasal 7
1. Jabatan jangan dibanggakan,
tahu-tahu engkau menjadi setan
2. Pengkhianat harus dipancung,
koruptor harus digantung
3. Ketika keranda membawa jenazah,
itulah tanda raga kan berkalang tanah
4. Puncak Semeru,
kelak engkau kan berseru
Pasal 8
1. Ketika angkara murka berkuasa,
itulah tanda Sang Kalky akan menutup masa
2. Bau amis darah tercium,
tanda hancurnya suatu kaum
3. Ketika gengsi mulai tererosi,
itulah saatnya kita mengendalikan emosi
4. Turunkan ego dan maklumi orang lain,
agar Tuhan memberikan kita izin
Pasal 9
1. Raja Ali Haji telah ke makam,
hendaklah kita melestarikan Gurindam
2. Ketika wajah kusut dan kusam,
Lebih baik kita membuat Gurindam
3. Raja Ali Haji saudara Raja Ali,
janganlah diri sampai berbuat lali
4. Gurindam bukan hanya syair,
bagi orang yang mau berpikir
Pasal 10
1. Ketika lawan mengacungkan pedang,
itulah tanda hendak dimulai perang
2. Ketika terompet perang berkumandang,
seketika teriakan terngiang
3. Ketika dendam teringat sepanjang masa,
maka hukum rimba akan berkuasa
4. Jikalau pemimpin lalim berkuasa,
itulah tanda negara akan binasa
Pasal 11
1. Jika kamu berdiam diri,
maka orang lain akan mengakhiri
2. Jika kamu makan kupat,
maka kamu jangan jadi anak kualat
3. Jika kamu lulus ujian nasional,
maka kamu jangan lupakan teman yang kamu kenal
4. Jika kamu jadi sejarawan,
maka kamu jangan lupa kawan
Pasal 12
1. Bila orang banyak musuh,
maka dengan Allah kian jauh,
2. Bila orang lakukan yang jahat,
maka hidupnya takkan bermanfaat
3. Bila orang banyak berdusta,
sama saja hatinya buta
4. Bila orang lakukan khianat,
makin dekat dia dengan laknat
Pasal 7
1. Jabatan jangan dibanggakan,
tahu-tahu engkau menjadi setan
2. Pengkhianat harus dipancung,
koruptor harus digantung
3. Ketika keranda membawa jenazah,
itulah tanda raga kan berkalang tanah
4. Puncak Semeru,
kelak engkau kan berseru
Pasal 8
1. Ketika angkara murka berkuasa,
itulah tanda Sang Kalky akan menutup masa
2. Bau amis darah tercium,
tanda hancurnya suatu kaum
3. Ketika gengsi mulai tererosi,
itulah saatnya kita mengendalikan emosi
4. Turunkan ego dan maklumi orang lain,
agar Tuhan memberikan kita izin
Pasal 9
1. Raja Ali Haji telah ke makam,
hendaklah kita melestarikan Gurindam
2. Ketika wajah kusut dan kusam,
Lebih baik kita membuat Gurindam
3. Raja Ali Haji saudara Raja Ali,
janganlah diri sampai berbuat lali
4. Gurindam bukan hanya syair,
bagi orang yang mau berpikir
Pasal 10
1. Ketika lawan mengacungkan pedang,
itulah tanda hendak dimulai perang
2. Ketika terompet perang berkumandang,
seketika teriakan terngiang
3. Ketika dendam teringat sepanjang masa,
maka hukum rimba akan berkuasa
4. Jikalau pemimpin lalim berkuasa,
itulah tanda negara akan binasa
Pasal 11
1. Jika kamu berdiam diri,
maka orang lain akan mengakhiri
2. Jika kamu makan kupat,
maka kamu jangan jadi anak kualat
3. Jika kamu lulus ujian nasional,
maka kamu jangan lupakan teman yang kamu kenal
4. Jika kamu jadi sejarawan,
maka kamu jangan lupa kawan
Pasal 12
1. Bila orang banyak musuh,
maka dengan Allah kian jauh,
2. Bila orang lakukan yang jahat,
maka hidupnya takkan bermanfaat
3. Bila orang banyak berdusta,
sama saja hatinya buta
4. Bila orang lakukan khianat,
makin dekat dia dengan laknat



