Kamis, 25 Juli 2013

Mengenal SEJARAH (part 2)

     Hehehe, kita lanjut ya ? Nah, sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi Sejarah itu sendiri. Saya serimg bertanya pada teman-teman saya yang menyandang huruf "R" di depan namanya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa nama yang menyandang huruf tersebut di depan namanya merupalan keturunan,"seuweu-siwi(anak-cucu)" para bangsawan. Khsusunya di tanah Jawa. Dulu bukan Raden dipanggilnya. Tapi, akan saya tunjukkan pergantian lafalnya sebagai berikut:
RAKEYAN--->RAKAI--->RAHADIAN--->RADEN(zaman kiwari)
Khusus untuk keturunan Kesultanan Banten disebut dengan "Tubagus(untuk laki-laki)" dan "Ratu(untuk perempuan, seperti Gubernur Banten sekarang yang merupakan salah satu keturunan Kesultanan Banten, Hj. Ratu Atut Choisiyah)
     Hmmp.... oke, agar bahasan tidak melebar kemana-mana, ane bahas langsung saja. Saya sering bertanya pada teman-teman saya yang menyandang gelar Raden di depan namanya. Misalnya, 'kamu tahu gak keturunan dari siapa ? dan dari jalur keturunan siapa ? dari ibu ? ataudari ayah ?' rata-rata dari mereka menjawab 'kurang tahu tuh. Tapi ada buku riwayat keluarga di rumah. Tapi belum pernah aku baca'. Haduuhh,,, heuheuheu :D. Leluhurnya pun dia belum tahu, bagaimana dia mau berkenalan dengan Sejarah. Tak apelah, mungkin teman-teman saya yang bergelar "R" tidak atau mungkin belum berminat terhadap Sejarah.
     Inilah kondisi bangsa kita sekarang. Ingin memajukan Negeri, tapi Sejarah negerinya pun sendiri, mereka kurang bahkan terkesan acuh tak acuh terhadap kehidupan tempo dulu nenek-moyangnya. Ingat, apa yang diucapkan Ir. Soekarno dalam pidato terakhirnya yang sampai saat ini sangat terkenal kemahsyurannya. Yoi, (y) "JASMERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah".
     Kenapa harus Sejarah ? Kita bisa lihat, Republik Rakyat Cina sekarang menjadi negara yang berpengaruh terhadap perekonomian Dunia, mereka sadar bahwa nenek-moyangnya sudah memilki kebudayaan yang tinggi dengan membangun Tembok Raksasa Cina(Chinese Great Wall). Lain lagi dengan Jepang, melalui Restorasi Meiji-nya mereka tumbuh menjadi negara adikuasa yang tidak lupa bahkan menjunjung tinggi nilai-nilai budayanya yang tidak tergerus oleh perubahan zaman.
     Seharusnya pepatah "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya", disandingkan dengan pepatah baru, "BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGENAL SEJARAH BANGSANYA"......(bersambung)